Novel FAIRISH

Posted: July 6th, 2011 by elvymayza

Novel ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari seorang cewek bernama Fairish atau yang biasa yang dipanggil Irish. Irish adalah gadis yang agak tomboi, cuek, dan tak terlalu memperhatikan penampilan seperti Meta, Pipit, Daniar, Wulan, dan gadis-gadis lain seusianya.
Awal permasalahan yang menjadi inti cerita pada novel ini mulai tampak saat SMU Palagan, sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru pindahan dari sebuah kota kecil di pinggiran Jakarta, bernama Davidio Daniel Dharmawan atau yang biasa dipanggil Davi. Seketika itu pula, Davi yang diilustrasikan oleh penulis sebagai seorang yang sempurna mulai menarik simpati cewek-cewek yang ada di kelas itu, tetapi ia tetap menanggapi itu semua dengan dingin.
Ternyata tak semua cewek di kelas itu menaruh simpati padanya, Irishlah satu-satunya cewek yang tak terlalu berminat untuk ikut-ikutan seperti teman-temannya yang lain. Mungkin hal itu memang karena sifat Irishlah yang cuek.
Lain Irish, lain pula Davi. Justru dengan sikap Irish yang seperti itu membuat Davi suka padanya. Awalnya, ia hanya ingin duduk bersebalahan saja dengan Irish agar ia tak terlalu merasa terganggu mengingat sikap Irish yang tak terlalu perduli akan kehadirannya di kelas itu. Tapi, Davi mulai merasa ada kecocokan dengannya, sampai-sampai ia mulai menceritakan latar belakang kepindahannya dari sekolah yang sebelumnya. Keputusan untuk pindah Davi lakukan untuk menghilangkan kenangan masa lalunya yang pahit dan terus menyiksanya. Di sekolah sebelumnya, Davi pernah mempunyai pacar yang bernama Meilani. Tapi, hubungan mereka tak berlangsung lama. Meilani meninggal saat sepeda motor yang dikendarai Davi untuk memboncengnya mengalami kekecelakaan. Keluarga Meilani tak bisa terima akan kejadian tersebut. Dari sinilah Davi mulai berjanji tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya cewek. Davi memang terkenal kasar pada cewek.
Untuk menghindari masalah tersebut, Davi pun meminta pada Irish untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Sebenarnya Irish ingin menolak permintaan Davi tersebut. Walaupun Irish adalah cewek yang cuek, ia tetap menyadari bahwa Davi adalah sosok yang bisa memikat hatinya, dan karena rasa iba padanya, irish pun menerima permintaan Davi.
Berdekatan dengan cowok cakep tidak seterusnya terasa indah, seperti itulah yang dirasakan Irish. Setelah ia mulai memainkan perannya sebagai pacar pura-pura Davi, Irish mulai dimusuhi oleh cewek-cewek lain yang menaruh simpati pada Davi. Selain itu, Irish juga harus menahan perasaan sukanya pada Davi yang mulai tumbuh karena seringnya mereka bersama.
Perasaan itu mulai bisa ditekan ketika di sekolah Irish kedatangan seorang siswa baru lagi yang bernama Alfa. Alfa yang terkenal norak dan periang itu selalu menganggu hubungan Davi dengan Irish untuk menarik simpatik Irish padanya. Alfa pun berhasil, karena memang hubungan Irish dengan Davi hanyalah pura-pura, Davi tak bisa menolak keinginan Irish untuk selalu bersama Alfa, walaupun Davi sendiri mulai ada rasa suka pada Irish
Menarik simpatik Irish bukanlah tujuan Alfa yang sebenarnya. Alfa adalah sepupu Meilani yang tak bisa menerima perbuatan Davi yang mengakibatkan kepergian Meilani. Mendekati Irish hanyalah sebagai suatu siasat untuk memulai urusannya dengan Davi, meskipun pada akhirnya Alfa juga mengakui bahwa ia muali suka pada Irish sejak ia sering bersama.
Davi memang bersalah, tapi tak sepantasnya ia dipermainkan seperi itu, apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan perasaan. Davi mulai mengumpulkan keberaniannya untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di hatinya pada Irish.

Jangan bosen ya baca nya!!.... hehe

Comments Off on Novel FAIRISH | Filed under Uncategorized

Step by step menyelesaikan rubik’s cube dibawah 20 detik

Posted: July 6th, 2011 by elvymayza

Sebelum anda berharap terlalu banyak dari artikel ini, kami memberikan sedikit klarifikasi.

– Dengan membaca artikel ini tidak berarti anda dapat menyelesaikan rubiks cube dibawah 20 detik dalam hitungan jam atau hari. Menjadi seorang sub 20 speedcuber memerlukan latihan yang tepat selama berbulan bulan bahkan tahun.

– Artikel ini, hanya memberikan saran langkah demi langkah yang bisa anda capai bagi anda yang ingin menjadi sub 20 speedcuber.

– Artikel ini diintisarikan dari video how to be a speedcuber buatan badmephisto dengan beberapa penambahan.

Setelah sedikit membaca disclaimer diatas, mari kita ketahui, apa itu speedcuber. Makna dari speedcuber sendiri sebenarnya cukup sederhana. Yakni mereka yang menyelesaikan rubik’s cube dan senantiasa mengejar kecepatan. Karena ini hanya merupakan permainan, maka orang orang ini, para speedcuber hanya melakukannya untuk kesenangan. Sebenarnya tidak ada tolok ukur pasti yakni pada kecepatan berapa seseorang bisa disebut sebagai speedcuber, namun ada semacam daerah suci yakni kecepatan tertentu yang hanya bisa diraih oleh orang orang tertentu. Artikel kali ini mencoba mengupas level level yang bisa dicapai dan digunakan untuk menjadi speedcuber dengan average dibawah 17 detik atau bahkan kurang. Ada begitu banyak materi menarik tentang cubing yang bertebaran di internet. Permasalahannya adalah, banyak orang yang tidak tau bagaimana memulai, kapan mereka harus belajar sesuatu yang baru. Here we goes….

1. Begginer’s method : Bagi anda yang belum pernah menyelesaikan sebuah rubiks, inilah yang perlu anda cari. Banyak sekali artikel yang menjelaskan cara menyelesaikan rubik’s cube untuk pemula. Mungkin anda ingin menjadi orang yang mampu menyelesaikannya dalam waktu 5 menit, 2 menit, atau dibawah 1 menit, anda bisa memulainya dari sini. Pada umumnya beginners method dibagi dalam 7 langkah. Anda hanya perlu menghafalkan urutan langkah dan sedikit (7-12) alogaritma. Dengan metode ini, anda bisa mencapai level 2 menit. (Lama pembelajaran : 1-2 hari)

2. Fingertick : Fingertrick adalah tekhnik menggunakan jari untuk melakukan gerakan gerakan tertentu dalam memutar rubik’s cube secara efisien. Ada banyak materi yang mengupas tentang ini dan kami sangat merekomendasikan anda belajar melalui video. Fingertrick yang baik bisa jadi merupakan kunci yang paling penting yang menentukan seberapa cepat seseorang mampu menyelesaikan rubik’s cube. Anda bisa mengetahui kelihaian tangan anda dengan menghitung berapa gerakan yang bisa anda lakukan dalam 1 detik. Dengan fingertrick yang baik ditambah dengan sedikit kejelian dalam melihat gerakan selanjutnya, anda dapat mencapai level solving sekitar 1 menit. ( 1-2 hari, namun perlu sedikit lama untuk membiasakannya)

3. Keyhole Method. Metode ini adalah metode jalan pintas untuk menyelesaikan layer 1 dan 2 secara lebih cepat. Anda akan menghemat beberapa gerakan yang perlu anda lakukan dalam beginner’s method dengan metode ini. Disamping keyhole, anda juga bisa mencari shortcut2 sebagai pengembangan dari begginners method. Misalnya, jika anda belajar melalui tutorial Dan brown, maka anda bisa melihat video lanutannya berjudul how to solve a rubik’s cube faster.

Lakukan langkah 1,2, dan 3 hingga anda mencapai level dibawah 1 menit, atau setidak tidaknya 1,5 menit. Ini akan memakan waktu 1- 3 minggu (dengan latihan teratur setiap hari).

4. 2 look OLL dan 2 look PLL . Ini adalah saatnya kita mulai bermigrasi ke Metode Fridrich. Belajar ‘separuh’ last layer dari metode fridrich akan cukup memotong waktu kita hingga beberapa detik. Untuk metode 2 look OLL ini anda perlu belajar 7 jenis alogaritma untuk PLL ditambah 2 alogaritma transformasi. Smentara untuk 2 look PLL minimal anda perlu mempelajari 2 alogaritma, lalu megembangkannya menjadi 4.

5. F2L. F2L adalah langkah ke dua dari metode fridrich murni. F2L merupakan tekhnik menyelesaikan 2 layer pertama sekaligus dengan menggabungkan edge dan corner dan memasukkannya kedalam slot di keempat sudutnya. Perlu waktu lama untuk benar benar menguasai F2L. Dalam keseluruhan metode friddich, seberapa lama anda mampu menyelesaikan f2L merupakan penentu kecepatan anda. Bagi anda yang mampu menyelesaikan rubikd alam waktu 1 menit dengan metode beginner, akan mengalami pelambatan waktu yan signifikan ketika belajar f2L dikarenakan f2l lebih membutuhkan logika. Bahkan jika dilakukan dengan menghafal alogaritma tetap akan memakan waktu lama untuk benar benar menguasainya dikarenakan jumlahnya yang cukup bayak (42 alogaritma) Namun seiring berjalannya awktu,

6. Full PLL
Setelah cukup baik dengan F2L (usahakan anda bisa menyelesaikan cross dan F2L dalam waktu 35 detik) Anda bisa mempelajari Keseluruhan Alogaritma PLL.
Total ada 21 Alogaritma yang harus dipelajari. Full PLL berfungsi menggantikan 2 look PLL. Dengan mempelajari ini anda akan menghemat 3-4 menit. Full PLL bisa dikerjakan secara bertahap hingga akhirnya mencapai 21 keseluruhan alogaritma. Pada level ini anda dapat mencapai kecepatan hingga sub 25.

7. Full OLL
Bagi anda yang terbiasa menggunakan 2 look OLL hingga mencapai sub 25, maka mempelajari Full OLL hanya akan menghemat waktu 2-3 detik. Namun langkah ini adalah langkah yang harus ditempuh untuk mencapai sub 20. Anda harus menghafal 50an alogaritma PLL untuk menguasai tahap ini.

Setelah menguasai poin 1 – 7 maka berarti anda telah menggunakan Full Jessica Fridrich method. Dengan mengoptimalkan metode ini. Anda bisa mengcapai kecepatan kurang lebih 16 hingga 20 detik. Setelah anda menguasai Metode ini secara optimal, anda bisa mempelajari beberapa tekhnik tambahan untuk menyempurnakan Metode Jessica Fridrich seperti dibawah ini.

8. Multi alogarithm
Masing masing alogaritma dari Metode Jessica Fridrich hanya bisa diaplikasikan pada pola tertentu yang terkadang kita harus memutar rubik (y, y’, y2, dll). Mempelajari multi alogarithm artinya alogaritma yang bisa digunakan pada posisi lain dalam 1 pola. Banyak situs yang menyedakan alogaritma tambahan ini seperti cubewhiz dan cubestation.

9. Multi slotting
Multi slotting pada hakikatnya adalah memasukkan sebuah pair sementara kita menyiapkan pair lainnya sehingga mudah untuk dimasukkan. Tekhnik ini digunakan untuk menyempurnakan F2L.

10. Extended cross
Extended cross merupakan penggabungan dari metode blok building seperti petrus dan melanjutkannya dengan friddrich. Pada awalnya kita membangun rubik dengan dimensi 2x2x2 sehingga pada akhirnya kita akan mendapatkan sebuah cross ditambah 1 pair yang telah berada di slot yang benar.

 

 

sumber :

http://virkill.wordpress.com/2008/10/15/step-by-step-menyelesaikan-rubiks-cube-dibawah-20-detik/

Comments Off on Step by step menyelesaikan rubik’s cube dibawah 20 detik | Filed under Uncategorized

terimakasih ayah

Posted: April 5th, 2011 by elvymayza

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

 

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

 

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

 

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

 

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

 

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~

 

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

 

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

 

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa

tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

 

AYAH ITU MURAH HATI…..

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .

Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

 

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

 

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak”

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

 

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

 

Ayah tidak suka meneteskan air mata ….

ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

 

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

 

Ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

 

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

 

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau

gantikan posisi Ayah di hatimu”

 

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah…

Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya…

 

 

http://terimakasihibu.blogspot.com/2011/03/terimakasih-ayah.html

Comments Off on terimakasih ayah | Filed under Uncategorized

Posted: March 19th, 2011 by elvymayza

Membuat Jelly

William Schafer William Schafer
Food Science and Nutrition Ilmu Pangan dan Gizi

-

Fruit jellies are semisolid, preserved mixtures of fruit juice and sugar. jeli Buah yang semipadat, diawetkan campuran jus buah dan gula. Jelly making is a good way to preserve fruit flavors for enjoyment throughout the year. Jelly membuat adalah cara yang baik untuk mempertahankan rasa buah untuk kenikmatan sepanjang tahun. Fruit jelly is a fairly easy-to-prepare product for the beginning canner and may be made at home without much special equipment. Buah jelly adalah produk yang cukup mudah mempersiapkan pabrik pengalengan awal dan dapat dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus banyak.

Ingredients Bahan

Substances essential for fruit jelly making are fruit flavor, pectin, sugar, acid, and water. Zat penting untuk membuat jelly buah yang rasa buah, pektin, gula, asam, dan air. A pectin gel or jelly forms when a suitable concentration of pectin, sugar, acid, and water is achieved. Sebuah gel pektin atau bentuk jelly ketika konsentrasi cocok pektin, gula, asam, dan air dicapai.

Fruit Flavor —The fruit flavor is provided by the fruit juice. Buah Rasa-Rasa buah disediakan oleh jus buah. For some fruit jelly, a mixture of different fruit juices is used. Untuk beberapa buah jelly, campuran jus buah yang berbeda digunakan. The fruit juice may also supply some or all of the pectin and acid. Jus buah juga dapat menyediakan beberapa atau semua pektin dan asam. Fruit juice is the source of water in jelly. jus buah adalah sumber air di jelly.

Pectin —Fruits and their extracts obtain their jelly forming ability from a group of substances called pectins. Pektin-Buah dan ekstrak mereka mendapatkan kemampuan jelly membentuk mereka dari kelompok substansi yang disebut pectins. Pectin provides the three dimensional structure which results in a jellied product. Pektin menyediakan struktur tiga dimensi yang menghasilkan produk dibeku.

Pectin is formed from a parent compound, protopectin, during the ripening of fruit and during the cooking of underripe fruit to extract juice. Pektin dibentuk dari orang tua protopectin majemuk,, selama pematangan buah dan selama memasak buah underripe untuk mengekstrak jus. Fully ripe fruits contain less pectin than partially ripe fruits. Penuh buah-buahan matang mengandung pektin kurang dari sebagian buah matang. For this reason, some jelly recipes specify the use of a portion of underripe fruit. Untuk alasan ini, beberapa resep jelly menetapkan penggunaan sebagian dari buah underripe.

All fruits contain some pectin. Semua buah mengandung pektin beberapa. Apples, crabapples, gooseberries, some plums, and highbush cranberries usually contain enough pectin to form a pectin gel. Apel, crabapples, gooseberry, beberapa plum, dan cranberry highbush biasanya mengandung pektin yang cukup untuk membentuk gel pektin. Other fruits, such as strawberries, cherries, or blueberries, contain little pectin and can be used for jelly only if buah-buahan lain, seperti stroberi, ceri, atau blueberry, mengandung pektin yang kecil dan dapat digunakan untuk jelly hanya jika

  • combined with fruit rich in pectin, or dikombinasikan dengan buah yang kaya pektin, atau
  • combined with commercial pectin products (these methods are described under Short Boil jelly). dikombinasikan dengan produk pektin komersial (metode ini dijelaskan di bawah jelly Rebus pendek).

Test for Pectin —If jelly is to be made without added pectin, it is a good idea to test the pectin content of the fruit juice with this easy method. Test untuk Pektin-Jika jelly harus dibuat tanpa pektin menambahkan, itu adalah ide yang baik untuk menguji isi pektin dari jus buah dengan metode ini mudah. Measure 1 tablespoon of rubbing alcohol into a small glass. Mengukur 1 sendok makan gosok alkohol ke dalam gelas kecil. Add 1 teaspoon of extracted fruit juice and let stand 2 minutes. Tambahkan 1 sendok teh jus buah diekstrak dan diamkan 2 menit.

If a good solid mass forms, enough pectin is naturally present in the fruit juice to form a pectin gel. Jika sebuah bentuk massa bagus dan kokoh, pektin cukup secara alami hadir dalam jus buah untuk membentuk sebuah gel pektin. If only a small weak mass forms, there is not enough pectin to form a gel and a commercial pectin should be used in the jelly making. Do not taste this mixture . Kalau saja bentuk-bentuk massa yang lemah kecil, tidak ada pektin cukup untuk membentuk gel dan pektin komersial harus digunakan dalam membuat jelly. Jangan rasa campuran ini.

Acid —A certain level of acidity (below pH 3.5) must be present for a jelly to form. Asam-A level tertentu keasaman (pH di bawah 3,5) harus hadir untuk jeli untuk membentuk. If the fruit juice is not sufficiently acidic, a gel will not form. Jika jus buah tidak cukup asam, gel tidak akan terbentuk. If too much acid is present, the jelly will lose liquid or weep. Jika asam terlalu banyak hadir, jelly akan kehilangan cairan atau menangis.

Test of Acid: A rough index of the acidity of fruit juice is the juice’s tartness. Uji Asam: Sebuah indeks kasar keasaman jus buah adalah jus’s kegetiran itu. To form a gel, fruit juice should be as tart as a mixture of 1 teaspoon of lemon juice and 3 tablespoons of water. Untuk bentuk gel, jus buah harus sama tart sebagai campuran 1 sendok teh jus lemon dan 3 sendok makan air. If the fruit juice is not this tart, add 1 tablespoon of lemon juice for each cup of fruit juice. Jika jus buah tidak tart ini, tambahkan 1 sendok makan jus lemon untuk setiap cangkir jus buah.

Commercial pectin products contain organic acids, like fumaric acid, which assure gel formation. Produk pektin komersial mengandung asam organik, seperti asam fumarat, yang menjamin pembentukan gel.

Sugar —Sugar helps in gel formation, contributes flavor to the jelly, and at the concentration of 55 percent by weight, serves as a preservative. Gula-Gula membantu dalam pembentukan gel, kontribusi aroma jeli, dan pada konsentrasi 55 persen berat, berfungsi sebagai pengawet. Cane sugar or beet sugar (both sucrose) is the usual source of sugar in jelly or jam. gula tebu atau gula bit (sukrosa keduanya) adalah sumber biasa gula dalam jelly atau selai. Corn syrup or honey can replace part of the sugar in jelly recipes. sirup jagung atau madu dapat menggantikan bagian dari gula dalam resep jelly. The flavor of the fruit may be overcome if too much honey or corn syrup is substituted. Rasa buah dapat diatasi jika terlalu banyak madu atau sirup jagung digantikannya. To substitute honey or corn syrup for sugar use these amounts. Untuk pengganti madu atau sirup gula jagung untuk menggunakan jumlah.

For no-pectin-added jelly —Corn syrup may replace ¼ of the sugar. Untuk menambahkan jelly-Jagung sirup-pektin-tidak dapat menggantikan ¼ gula. Honey may replace ½ the sugar. Madu dapat mengganti ½ gula.

For pectin-added jelly —Powdered pectin—Corn syrup may replace up to ½ the sugar. Untuk pektin-tambah-Jagung sirup-bubuk jelly pektin dapat menggantikan sampai ½ gula. Honey may replace up to 2 cups of sugar. Madu dapat mengganti sampai dengan 2 cangkir gula.

Liquid pectin —Corn syrup or honey can replace up to 2 cups sugar. Liquid pektin-Jagung sirup atau madu bisa menggantikan hingga 2 cangkir gula.

Do not attempt to reduce the amount of sugar called for in traditional recipes. Jangan mencoba untuk mengurangi jumlah gula yang disebut dalam resep tradisional. Reduction in the amount of sugar will interfere with gel formation and result in a product in which yeasts and molds can grow. Pengurangan jumlah gula akan mengganggu pembentukan gel dan menghasilkan produk yang ragi dan kapang dapat tumbuh.

Equipment Peralatan

The following equipment may be needed depending on the method of jelly preparation: Peralatan berikut mungkin diperlukan tergantung pada metode persiapan jelly:

Large, flat-bottom kettles (6 to 8 quart size) Besar, datar-bawah ceret (6 sampai 8 ukuran liter)
Cheesecloth Kain katun tipis
Jelly bag and stand Jelly tas dan berdiri
Colander Saringan
Jelly or candy thermometer Jelly atau permen termometer
Canning jars with 2-piece lids Pengalengan stoples dengan tutup 2-sepotong

Filling Jars and Heat Processing Mengisi Jars dan Pengolahan Panas

A research study conducted at the University of Minnesota demonstrated that heat processing jelly for 5 to 15 minutes had no harmful effect on the products. Sebuah studi penelitian yang dilakukan di University of Minnesota menunjukkan bahwa pengolahan panas jeli selama 5 sampai 15 menit tidak memiliki efek yang merugikan pada produk. Those tested included ones made with liquid and powdered pectin, as well as traditional no-pectin-added ones. Mereka diuji termasuk yang dibuat dengan pektin cair dan bubuk, serta yang tidak-pektin-tambah tradisional. In addition, the heat processing gives a better seal, and destroys mold that may be present on the top surface of the product. Selain itu, pengolahan panas memberikan segel yang lebih baik, dan menghancurkan jamur yang mungkin ada di permukaan atas produk.

Recommended Procedure Fitur Prosedur

Use standard half-pint jars with 2-piece lids. Gunakan botol setengah pint standar dengan tutup 2-piece. Have jars clean and hot. Memiliki stoples bersih dan panas. Pack product to within ¼-inch of top, and seal. Paket produk dalam ¼-inci atas, dan segel. Heat process for 6 minutes in boiling water bath canner (10 minutes for cold, unsterile jars). Panas proses selama 6 menit dalam air mendidih pabrik pengalengan mandi (10 menit untuk dingin, guci tidak steril). Count time from when water returns to boil. Menghitung waktu dari saat air kembali mendidih.

Note: Jelly jars and paraffin are no longer recommended. Catatan: botol Jelly dan parafin tidak lagi dianjurkan. An incomplete seal with paraffin and the absence of a heat treatment may result in mold growth and toxin production in the jelly. Sebuah segel lengkap dengan parafin dan tidak adanya perlakuan panas dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur dan produksi racun dalam jeli. Persons continuing to use the paraffin/no water bath method should be aware of the potential health risk. Orang terus menggunakan parafin ini / ada metode mandi air harus menyadari risiko kesehatan yang potensial.

Nutritive Value of Jelly Nilai gizi Jelly

Because of its high sugar content, jelly is mainly a source of calories and should be used sparingly by persons on weight control diets. Karena kadar gula tinggi, jelly terutama sumber kalori dan harus digunakan dengan hemat oleh orang-orang pada diet mengendalikan berat badan. One tablespoon of most jellies contains 50 calories. Satu sendok makan jeli paling mengandung 50 kalori.

A new product for making jelly and jam with a lower sugar content is available in supermarkets. Sebuah produk baru untuk membuat jelly dan selai dengan kandungan gula rendah yang tersedia di supermarket. It contains vegetable gums as thickening agents, preservatives to prevent yeast and mold growth, and organic acids for acidity control. Ini berisi gusi sayur sebagai agen pengental, pengawet untuk mencegah pertumbuhan ragi dan jamur, dan asam organik untuk pengendalian keasaman. The calorie-reduced jams and jellies made with this product must be stored in the refrigerator after opening. Macet kalori-berkurang dan jeli dibuat dengan produk ini harus disimpan dalam lemari es setelah pembukaan.

Methods of Making Jelly Metode Pembuatan Jelly

The two methods of making jelly follow: Kedua metode pembuatan jelly berikut:

Standard or Long Boil Method —Extracted juice and sugar are boiled long enough to form a gel. Standar atau Panjang Metode-Ekstrak jus Rebus dan gula direbus cukup lama untuk membentuk gel. This method should be used only for fruits that contain an adequate amount of pectin. Metode ini harus digunakan hanya untuk buah yang mengandung jumlah yang cukup pektin. It is not possible to use commercially canned juices because they do not contain sufficient pectin. Hal ini tidak mungkin untuk menggunakan jus kalengan komersial karena tidak mengandung pektin yang cukup. This type of jelly has a richer flavor than pectin-added jelly. Jenis jelly memiliki rasa lebih kaya daripada pektin tambah jelly. The most difficult part of this method is knowing when the jelly is done. Bagian paling sulit dari metode ini adalah mengetahui kapan jelly dilakukan.

Short Boil or Pectin-Added Jelly —Powdered or liquid pectin, sugar, and extracted juice are combined and quickly cooked to make a gel. Rebus pendek atau Pektin-Added-bubuk atau cair Jelly pektin, gula, dan diekstraksi jus digabungkan dan cepat dimasak untuk membuat gel. Use extracted fruit juice from fresh fruit or commercially canned fruit juice. Gunakan jus buah diekstrak dari buah segar atau sari buah kaleng komersial. The order of combining ingredients depends on the type of pectin used. Urutan mengkombinasikan bahan tergantung pada jenis pektin digunakan. When making pectin-added jelly, it is most important to carefully follow the pectin product directions. Ketika membuat pektin tambah jelly, hal ini sangat penting untuk berhati-hati mengikuti petunjuk pektin produk.

Pectin-added jelly uses more sugar and gives greater yield than jelly made by the standard method and avoids the need to test for doneness. Pektin tambah jeli menggunakan gula lebih banyak dan memberikan hasil lebih besar dari jelly yang dibuat dengan metode standar dan menghindari kebutuhan untuk menguji kematangan.

Here are the directions for making a jelly by each method. Berikut adalah petunjuk untuk membuat jelly dengan metode masing-masing. Many recipes for jelly products appear in cookbooks or the leaflets in pectin products. Banyak resep untuk produk jelly muncul dalam buku resep masakan atau selebaran dalam produk pektin. Check any recipe to determine which type it is before starting to prepare the jelly. Periksa resep untuk menentukan jenis itu sebelum mulai mempersiapkan jeli. When making jelly, work in small cooking lots. Ketika membuat jelly, bekerja di banyak memasak kecil. Don’t try to double or triple the recipe. Jangan mencoba dua atau tiga resep. This often results in a very poor quality product. Hal ini sering menghasilkan produk yang berkualitas sangat miskin.

Standard or Long Boil Standar atau Rebus Panjang

  1. Prepare fruit and extract juice. Siapkan buah dan ekstrak jus. Wash all fruits thoroughly before cooking. Cuci semua buah-buahan secara menyeluruh sebelum dimasak. Use ¾ ripe and ¼ underripe fruit. Gunakan buah underripe ¾ matang dan ¼. Crush small fruits or berries. Crush kecil buah-buahan atau berry. Cut larger fruits into small pieces. Potong besar buah-buahan menjadi potongan-potongan kecil. Be sure to use the peels and cores as they will give pectin when cooked. Pastikan untuk menggunakan kulit dan inti karena mereka akan memberikan pektin ketika dimasak. Some fruits require added water during the cooking period (chart 1). Beberapa buah memerlukan ditambahkan air selama periode memasak (chart 1). Cook the fruit in a broad kettle. Masak buah dalam ketel yang luas. Stir to prevent scorching. Aduk untuk mencegah terik. Crush soft fruits before cooking to start the flow of juice. Crush buah lunak sebelum memasak untuk memulai aliran jus. Cook fruit until soft. Buah masak hingga lunak. Chart 1 gives approximate times. Bagan 1 kali memberikan perkiraan. One pound of fruit should give at least 1 cup of good jelly juice. Salah satu kilo buah harus memberikan setidaknya 1 cangkir jus jelly yang baik.
  2. Chart 1. Bagan 1.Water to fruit proportions to obtain juice Air untuk proporsi jus buah untuk mendapatkan


    Fruit and preparation Buah dan persiapan

    Amount of water to use Jumlah air untuk menggunakan
    for each pound of fruit untuk setiap pon buah

    Minutes to cook fruit Menit untuk memasak buah
    to extract juice* untuk mengekstrak jus *

    Apples — cut in pieces Apel – dipotong 1 cup 1 cangkir 20 to 25 20 sampai 25
    Crabapples — cut in pieces Crabapples – dipotong 1 cup 1 cangkir 20 to 25 20 sampai 25
    Blackberries — crushed Blackberry – hancur none or ¼ cup tidak ada atau cangkir ¼ 5 to 10 5 sampai 10
    Gooseberries — crushed Gooseberry – hancur ¼ cup ¼ cangkir 5 to 10 5 sampai 10
    Grapes — crushed or halved Anggur – dihancurkan atau dibelah dua none or ¼ cup tidak ada atau cangkir ¼ 5 to 10 5 sampai 10
    Plums — cut in pieces Plum – dipotong ½ cup ½ cangkir 15 to 20 15 sampai 20

    * Bring to a boil, then simmer * Didihkan, lalu didihkan
  3. When the fruit is tender, strain through a double cheesecloth or jelly bag.* Do not squeeze. Ketika buah empuk, saring melalui kain katun tipis ganda atau tas jelly .* Jangan dipijat. Allow this juice to drip through. Izinkan jus ini menetes melalui. Use a stand or colander to hold the cheesecloth or jelly bag. Gunakan berdiri atau saringan untuk menahan kain katun tipis atau tas jelly.

    * [Made from a square of flannel with 2 sides French seamed. * [Terbuat dari flanel persegi dengan 2 sisi Prancis jahitan. Add loops to top so the bag can be hung.] loop Tambahkan ke atas sehingga tas dapat digantung.]

  4. Test for pectin and acid (described earlier). Test untuk pektin dan asam (dijelaskan sebelumnya).
  5. Prepare jars as directed in processing method chosen. guci Siapkan sebagaimana diarahkan dalam metode pengolahan yang dipilih. Put 6 to 8 cups of extracted fruit juice in a large 8-quart kettle. Masukkan 6 sampai 8 cangkir jus buah diekstraksi dalam ketel 8-quart besar.
  6. Heat the juice and sugar to boiling. Panaskan jus dan gula sampai mendidih. Determine the amount of sugar to use from chart 2. Tentukan jumlah gula digunakan dari tabel 2. Stir the mixture until the sugar is dissolved. Aduk campuran sampai gula larut. Boil rapidly to the jellying point of 220° to 222° F. Determine with a jelly thermometer. Rebus dengan cepat ke titik jellying dari 220 ° sampai 222 ° F. Tentukan dengan termometer jelly.

Chart 2. Bagan 2. Amount of sugar and juice to use in making jelly (long boil method) Jumlah gula dan jus untuk digunakan dalam pembuatan jelly (metode mendidih panjang)


Fruit Buah

Juice Jus

Sugar Gula

Apple Apple 1 cup 1 cangkir ¾ cup ¾ cangkir
Crabapple Crabapple 1 cup 1 cangkir 1 cup 1 cangkir
Blackberries Blackberry 1 cup 1 cangkir ¾ to 1 cup ¾ sampai 1 cangkir
Gooseberries Gooseberry 1 cup 1 cangkir 1 cup 1 cangkir
Grapes, Concord Anggur, Concord 1 cup 1 cangkir ¾ to 1 cup ¾ sampai 1 cangkir
Grapes, wild Anggur, liar 1 cup 1 cangkir 1 cup 1 cangkir
Plums, wild Plum, liar 1 cup 1 cangkir ¾ cup ¾ cangkir

The less dependable spoon or sheet test can be used to determine doneness. Sendok kurang diandalkan atau uji lembaran dapat digunakan untuk menentukan kematangan. Dip a cool metal spoon into the boiling jelly mixture. Celupkan sendok logam dingin ke dalam adonan jelly mendidih. Lift the spoon 12 inches above the kettle. Angkat sendok 12 inci di atas ketel. Let the liquid run off the side of the metal spoon. Biarkan cairan dari sisi sendok logam. The jelly is done when 2 big drops slide together and form a sheet that hangs from the edge of the spoon. jelly ini dilakukan ketika 2 tetes besar slide bersama-sama dan membentuk lembaran yang menggantung dari tepi sendok.

Drops show signs of sheeting Drops menunjukkan tanda-tanda terpal Jelly is sheeting and “done” Jelly adalah terpal dan “dilakukan”

Beginning jellymakers should use both a thermometer and the sheet test to determine doneness. Awal jellymakers harus menggunakan kedua termometer dan uji lembar untuk menentukan kematangan.

Remove from heat, skim off foam quickly. Angkat dari api, skim off busa cepat. Pour jelly immediately into hot containers. Tuangkan jelly segera ke dalam wadah panas. Pack and process following the recommended procedure. Pack dan proses mengikuti prosedur yang direkomendasikan.

Test 2-piece lids for seal after 12 hours. Uji 2 potong tutup untuk segel setelah 12 jam.

Jelly with Added Pectin Jelly dengan Ditambahkan Pektin

If the extracted juice is lacking pectin, use a pectin-added product for making jelly. Jika sari kurang pektin, gunakan produk pektin-ditambahkan untuk membuat jelly. These products are available in either a liquid or a powder form. Produk-produk ini tersedia dalam baik cairan atau bentuk bubuk. Follow the directions carefully because the order of combining ingredients depends on the type of pectin used. Ikuti petunjuk dengan hati-hati karena urutan mengkombinasikan bahan tergantung pada jenis pektin digunakan.

Successful preparation of pectin-added jellies depends on accurate timing. Keberhasilan persiapan jeli pektin-ditambahkan tergantung pada waktu yang akurat. Time should be counted when the mixture reaches a full rolling boil—one that cannot be stirred down. Waktu harus dihitung ketika campuran mencapai mendidih satu penuh rolling yang tidak dapat bergerak ke bawah.

Information sheets with commercial pectin products contain a great variety of jelly recipes. lembaran Informasi dengan produk pektin komersial mengandung berbagai macam resep jelly. Check them for the quantities of sugar and fruit juice needed in each recipe. Memeriksa mereka untuk takaran gula dan jus buah diperlukan dalam setiap resep. Don’t double the recipes. Jangan dua kali lipat dari resep.

Plum Jelly with Liquid Pectin Jelly Plum Cair dengan Pektin

4 cups plum juice 4 cangkir jus prem
7½ cups sugar 7 ½ cangkir gula
1 packet or pouch of liquid pectin 1 paket atau kantung pektin cair

  1. Prepare jars as in long boil method. Siapkan stoples seperti dalam metode mendidih lama.
  2. Measure juice into large kettle. Mengukur jus ke ketel besar. Stir in sugar. Aduk gula.
  3. Place on high heat and stir constantly; bring quickly to a full rolling boil. Tempatkan pada panas tinggi dan aduk terus-menerus; membawa dengan cepat sampai mendidih bergulir penuh.
  4. Add pectin, bring to full rolling boil again. Tambahkan pektin, didihkan bergulir penuh lagi. Boil hard for 1 minute. keras selama 1 menit Rebus.
  5. Pour jelly immediately into hot containers and process following the recommended procedure. Tuangkan jelly segera ke dalam wadah panas dan proses mengikuti prosedur yang direkomendasikan.
Plum Jelly with Powdered Pectin Jelly Plum dengan bubuk Pektin

5 cups plum juice 5 cangkir jus prem
1 pkg. 1 pkg. powdered pectin bubuk pektin
7 cups sugar 7 cangkir gula

  1. Prepare jars as in long boil method. Siapkan stoples seperti dalam metode mendidih lama.
  2. Measure juice into large kettle. Mengukur jus ke ketel besar. Add pectin. Tambahkan pektin. Stir well. Aduk rata.
  3. Place on high heat and stirring constantly, bring quickly to a full rolling boil. Tempatkan pada panas tinggi dan aduk terus, membawa dengan cepat sampai mendidih bergulir penuh.
  4. Add sugar, continue stirring, and heat again to a full rolling boil. Tambahkan gula, terus diaduk, dan panas lagi hingga mendidih penuh. Boil hard for 1 minute. keras selama 1 menit Rebus.
  5. Remove from heat; skim off foam quickly. Hapus dari panas; skim off busa cepat.
  6. Pour jelly and process following the recommended procedure. Tuangkan jelly dan proses mengikuti prosedur yang direkomendasikan.

When making jelly or jam from wild fruit, consult FS-1089, Using Minnesota’s Wild Fruits . Ketika membuat jelly atau selai dari buah liar, berkonsultasi FS-1089, Menggunakan Minnesota Wild Buah

Comments Off on | Filed under Uncategorized

Posted: March 19th, 2011 by elvymayza

manfaat komputer dalam pengolahan pangan

Penggunaan sistem komputerisasi dalam industri pengolahan makanan diatur oleh Food and Drug Administration (FDA) terus meningkat. Penggunaan teknologi sistem komputerisasi diharapkan untuk terus tumbuh dalam industri makanan sebagai biaya penurunan komponen, sebagai komponen terus ditingkatkan untuk menahan kerasnya lingkungan pengolahan makanan, dan sebagai perusahaan makanan terus memperbarui fasilitas produksi, peralatan dan proses manufaktur dalam upaya untuk menghasilkan kualitas tinggi, produk bernilai tinggi. Proses desain baru akan berusaha untuk mencapai produk berkualitas yang aman, sementara pada saat yang sama mengurangi waktu produksi dan biaya. Penggunaan sistem kontrol komputerisasi dalam produksi produk makanan cocok untuk memenuhi tujuan tersebut.

Seperti sistem komputer menjadi penting dalam menyediakan untuk keselamatan produk makanan FDA diatur, FDA harus memverifikasi bahwa kontrol yang tepat yang digunakan untuk memastikan bahwa hasil yang akurat, konsisten dan dapat diandalkan diperoleh dari kontrol komputer dan sistem penyimpanan data.

Dokumen ini dimaksudkan untuk melayani sebagai sumber daya untuk peneliti FDA yang melakukan inspeksi diatur perusahaan makanan yang menggunakan komputer dan perangkat lunak komputer untuk mengendalikan operasi dan data rekam yang dapat mempengaruhi keamanan produk makanan jadi. The Panduan ini ditulis oleh Kantor Regulatory Affairs (ORA), Divisi Darurat dan Investigational Operasi (DEIO) dan Pusat Keamanan Makanan dan Gizi Terapan (CFSAN). Jika Anda menemukan kesalahan dalam pencetakan atau memiliki saran untuk perubahan yang Anda merasa akan berkontribusi pada tujuan meningkatkan kualitas inspectional dan keseragaman, silakan berkomunikasi komentar tertulis atau saran untuk DEIO, HFC-130 atau kirim melalui e-mail (internal Banyan alamat) untuk: DEIOFOODS@LISTS.LOCAL @ FDAORAHQ.

PERATURAN SISTEM KOMPUTERISASI

A. MAKANAN, OBAT DAN KOSMETIK

Kewenangan FDA untuk mengatur penggunaan komputer dalam tanaman pangan berasal dari Obat Makanan dan Kosmetik (FD & C) Act Bagian 402 (a) (3) “makanan A akan dianggap tercemar jika terdiri seluruhnya atau sebagian dari kotor, busuk, atau terurai substansi, atau jika dinyatakan tidak layak untuk makanan, “Bagian 402 (a) (4)” makanan A akan dianggap tercemar jika telah dipersiapkan, dikemas atau dimiliki dalam kondisi kurang sehat dimana mungkin telah menjadi terkontaminasi dengan kotoran, atau dimana mungkin telah diberikan berbahaya bagi kesehatan, “Bagian 412, Persyaratan Susu Formula, dan Izin Darurat bagian Control 404 untuk diproses termal asam rendah kaleng dan diasamkan rendah asam makanan.

Dokumen yang mengatur penggunaan sistem komputerisasi di bawah PMO (pasteurisasi Susu Ordonansi) Program Koperasi berisi persyaratan tambahan dan / atau pedoman.

BAGIAN BAYI FORMULA PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU

Pada tanggal 9 Juli 1996 FDA diterbitkan dalam Daftar Federal diusulkan amandemen 21 CFR bagian 106 dan 107 Judul berjudul Lancar Good Manufacturing Practice, Quality Control Prosedur, Kualitas Faktor, Pemberitahuan Persyaratan, dan Records dan Laporan, untuk Produksi Susu Formula yang menambahkan persyaratan khusus untuk penggunaan peralatan komputerisasi dalam pembuatan susu formula. Persyaratan yang diusulkan meliputi:

  1. Definisi perangkat keras, perangkat lunak, sistem, dan validasi.
  2. Persyaratan bahwa sistem dirancang, dipasang, diuji dan dipelihara dengan cara yang akan memastikan bahwa mereka mampu melakukan fungsi dimaksud mereka.
  3. Persyaratan untuk validasi sistem dan kalibrasi.
  4. Persyaratan untuk verifikasi input / output data untuk memastikan keakuratannya.
  5. Persyaratan untuk validasi ulang ketika perubahan sistem yang dibuat.
  6. Persyaratan untuk membuat dan mempertahankan catatan tentang sistem elektronik.

BAGIAN LANCAR MANUFAKTUR PRAKTIK BAIK DI MANUFACTURING, PACKING AND HOLDING HUMAN FOOD.

Peraturan FDA 21 CFR Part 110, diundangkan di bawah kewenangan FD & C Act, tidak secara spesifik membahas penggunaan sistem komputerisasi. Namun, ada banyak kesimpulan kewenangan badan atas sistem tersebut.

1.) Sub C Equipment, 110,40 (memerlukan itu “Desain, konstruksi, dan penggunaan peralatan dan peralatan akan menghalangi pencemaran makanan dengan pelumas, bahan bakar, fragmen logam, air yang terkontaminasi, atau kontaminan lainnya.”

2.) Sub C Equipment, (f) mensyaratkan bahwa “Instrumen dan kontrol yang digunakan untuk mengukur, mengatur, atau merekam suhu, pH, keasaman, aktivitas air, atau kondisi lain yang mengontrol atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan dalam makanan harus akurat dan memadai dipertahankan. ”

3 Sub E, Produksi dan Proses Kontrol, 110,80 menyatakan “semua tindakan pencegahan harus diambil untuk memastikan bahwa prosedur produksi tidak berkontribusi kontaminasi dari sumber manapun Terus di 110,80 (b) (2) bahwa “makanan manufaktur semua… Harus dilakukan dalam kondisi tersebut dan kontrol yang diperlukan untuk meminimalkan potensi pertumbuhan mikroorganisme, atau untuk kontaminasi makanan.”

Tersirat dan referensi eksplisit untuk kebutuhan untuk memiliki kontrol terkomputerisasi akurat dan handal dapat ditemukan di lokasi lain dari Bagian GMPs 110 tergantung pada fungsi dari sistem komputerisasi dalam proses makanan.

TERMAL PENGOLAHAN DAN DIASAMKAN-ASAM KALENG MAKANAN RENDAH.

FDA Pusat Keamanan Makanan dan Aplikasi Gizi (CFSAN) telah menetapkan bahwa penggunaan sistem komputerisasi untuk mencatat LACF informasi pengolahan dan / atau untuk melakukan-waktu proses koreksi perbedaan nyata seperti yang disyaratkan 21 CFR Part 113, termal Diproses Low Acid Canned Foods di hermetik Sealed Containers, dapat diterima. CFSAN tinjauan sistem ini untuk menentukan sistem komputerisasi melakukan fungsi dengan cara yang setara dengan maksud dari peraturan.

Peralatan komputer yang ingin pasar sistem komputer mereka untuk catatan LACF menjaga fungsi dan / atau untuk melakukan koreksi waktu proses perbedaan nyata, telah disarankan mereka dapat mengajukan sistem komputer mereka untuk CFSAN FDA untuk review yang mungkin terdiri dari:

  1. kunjungan ke FDA oleh vendor sistem atau pengguna untuk menjelaskan pengoperasian sistem komputer;
  2. kunjungan oleh FDA untuk vendor untuk memeriksa perkembangan hardware dan software, validasi dan prosedur dokumentasi, dan,
  3. kunjungan oleh FDA ke situs produksi untuk mengevaluasi catatan komputerisasi menjaga / sistem kontrol di bawah kondisi komersial.

Di masa lalu, vendor yang mengajukan sistem komputerisasi mereka untuk jenis ini meninjau dan ditemukan cukup memuaskan, menerima surat yang menyatakan bahwa FDA menemukan sistem komputerisasi, sebagai dievaluasi, untuk memenuhi maksud dari peraturan. Penggunaan ini penyerahan sukarela dari sistem komputerisasi untuk FDA untuk evaluasi dikenakan vendor persyaratan untuk memperbarui FDA ketika perubahan substansial yang dibuat dalam sistem komputerisasi, persyaratan bahwa FDA penyidik ​​akan disediakan pada akses-situs untuk peralatan komputer vendor / operasi perangkat lunak instruksi, dan kebutuhan yang penjual menginstruksikan nasabah dalam prosedur untuk menggunakan, memelihara dan memperbarui perangkat lunak komputer dan peralatan.

Penyidik ​​lapangan harus menyadari bahwa komputer LACF rekaman dikendalikan dan real time sistem penyimpangan proses koreksi memang ada yang telah dievaluasi oleh FDA. Jika perusahaan mengklaim bahwa sistem komputerisasi dan / atau perangkat lunak yang telah dievaluasi oleh FDA perusahaan harus memiliki di tangan salinan surat FDA kepada vendor menyatakan bahwa sistem komputerisasi atau perangkat lunak yang telah dievaluasi dan ditemukan untuk memenuhi maksud dari peraturan untuk pencatatan. Jika ada pertanyaan atau masalah, CFSAN (Peraturan Kepala Pengolahan dan Teknologi Pangan Cabang, HFS-617, Tel: 202-205-4842) harus dihubungi untuk memverifikasi bahwa vendor telah mengeluarkan surat atau ditangani sebaliknya.

Tidak ada persyaratan bahwa sistem komputerisasi yang digunakan untuk mengontrol atau merekam fungsi LACF dievaluasi oleh FDA sebelum digunakan. Ketika kontrol komputer / catatan sistem penyimpanan yang dihadapi yang belum menerima review sebelumnya oleh CFSAN, Penyidik ​​Lapangan harus membuat evaluasi lengkap dari sistem komputerisasi (Lihat Inspeksi Konsep untuk Computerized Systems). Salinan laporan harus diserahkan ke HFS-617 untuk evaluasi.

Sistem komputerisasi yang digunakan tidak hanya untuk generasi catatan pengolahan LACF, tetapi untuk fungsi-fungsi kontrol seperti: perumusan kontrol, penyimpangan proses perhitungan, proses temperatur, tekanan proses, waktu proses dan pemeriksaan kontainer penutupan. Pengendalian fungsi yang mungkin penting untuk memastikan produk pangan yang aman, juga harus ditinjau oleh penyidik ​​untuk menentukan bahwa mereka memenuhi maksud dari peraturan LACF.

KOMPUTERISASI DALAM PENGOLAHAN AIR MINUM DALAM KEMASAN

Judul 21 CFR Part 129 – Pengolahan dan Bottling dari Kemasan Air Minum, Sub-bagian C-section Peralatan 129,40 mensyaratkan bahwa semua peralatan yang digunakan dalam operasi pembotolan cocok untuk menggunakan. Bagian 129,80-bagian E Sub produksi dan Proses Kontrol mengharuskan pengolahan air produk harus dilakukan dengan peralatan yang tidak memalsukan produk jadi.

C. KONSEP UNTUK SISTEM KOMPUTERISASI

Peneliti harus diingat keterbatasan peraturan khusus tentang penggunaan komputer di pabrik pengolahan makanan, selain produsen susu formula, dan kurangnya FDA kewenangan khusus untuk memeriksa perangkat lunak komputer dan dokumentasi perangkat keras komputer dalam tanaman tersebut. Namun, selama kontrol sistem komputerisasi atau bagian catatan atau keseluruhan dari proses manufaktur, produsen bertanggung jawab untuk menetapkan bahwa fungsi sistem komputerisasi seperti yang dimaksudkan untuk berfungsi. Selama pemeriksaan produsen makanan dimana sistem komputerisasi yang digunakan, penyidik ​​berhak akan diberikan dengan jaminan bahwa proses fungsi yang dikendalikan oleh komputer beroperasi seperti yang dirancang. Penting untuk diingat bahwa mengendalikan komputer dan / atau catatan sistem penyimpanan harus menyediakan hasil yang akurat, dapat diandalkan dan konsisten.

Penyidik ​​harus mengevaluasi operasi sistem komputerisasi selama pemeriksaan untuk menentukan apakah penggunaan komputer dan / atau perangkat lunak dapat menyebabkan pencemaran produk makanan jadi. Banyak komputer yang digunakan dalam industri makanan dapat digunakan untuk tujuan kualitas saja dan tidak akan mempengaruhi keamanan produk makanan. Sebagai contoh, bila komputer ini mengontrol suhu minyak penggoreng di pabrik keripik kentang, kekritisan fungsi kontrol suhu mungkin masalah menghasilkan batch chip berwarna lebih gelap. Di sisi lain, jika sistem komputer mengontrol suhu sterilisasi proses LACF, penting bahwa fungsi terkomputerisasi memberikan kinerja yang konsisten dan dapat diandalkan. HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) konsep inspeksi dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengolahan makanan kritis dan langkah-langkah dokumentasi dikendalikan oleh sistem komputerisasi.

Ketika sistem komputerisasi ditemui dalam suatu bentuk makanan, mungkin akan berguna untuk tujuan pemeriksaan untuk memulai dengan gambaran yang luas dari sistem (s). Tentukan mana yang fungsi berada di bawah pengendalian komputer, pemantauan atau dokumentasi dan yang tidakUntuk setiap fungsi dari proses makanan di bawah kendali komputer menentukan loop sistem umum (sensor, prosesor pusat, aktivator). Sebagai contoh, sistem loop umum untuk retort uap dibawah kendali komputer dapat terdiri dari suhu / sensor tekanan tersambung ke mikroprosesor yang mengirimkan perintah ke uap / katup tekanan kontrol. Ikhtisar harus memungkinkan penyidik ​​untuk mengidentifikasi fungsi yang dikendalikan komputer yang sangat penting untuk produk keamanan pangan. Ini adalah fungsi dari sistem komputerisasi yang menuju pada pemeriksaan lebih dekat.

Sering makanan perusahaan manufaktur tidak mungkin ada di tangan informasi rinci mencakup pengembangan dan validasi perangkat lunak dan mikroprosesor yang digunakan dalam sistem pengolahan mereka. Banyak perusahaan membeli mikroprosesor sebagai off teknologi rak dari vendor peralatan. Penyelidik kemudian harus menentukan fungsi sistem kontrol di serinci mungkin. Jika perusahaan memiliki gambar skematik dari sistem komputerisasi ini mungkin diperoleh atau penyidik ​​dapat mempersiapkan gambar skema yang disederhanakan, yang akan membantu dalam menjelaskan sistem operasi komputer dan konfigurasi. Gambar harus mencakup perangkat masukan utama, perangkat output, konverter sinyal, unit pengolah pusat (s), sistem distribusi, dan bagaimana mereka berhubunganSelama pemeriksaan mengidentifikasi produsen dan pemasok perangkat keras komputer penting, termasuk membuat dan sebutan model di mana mungkin. Perangkat keras untuk mengidentifikasi cara ini termasuk CPU, disk perangkat tape /, CRT, printer, input sensor, aktivator output dan konverter sinyal. Identifikasi yang tepat dari perangkat keras akan memungkinkan ditindak lanjuti yang harus diperlukan. Jika perusahaan tidak memiliki informasi rinci tentang sistem kontrol terkomputerisasi, peneliti harus memperoleh informasi terbatas yang tersedia.

Selama pemeriksaan mengidentifikasi perangkat lunak komputer utama yang digunakan oleh perusahaan. Yang paling penting adalah rutin perangkat lunak yang mengontrol dan mendokumentasikan langkah-langkah produksi yang kritis dan laboratorium pengujian untuk mendukung fungsi penting (seperti penambahan nutrisi ke susu formula). Skema dari rutinitas software utama dan bagaimana mereka berinteraksi harus diperoleh dari perusahaan atau disiapkan oleh penyidik ​​berdasarkan pengamatan atau dokumentasi lain. Direktori atau daftar rutinitas perangkat lunak dan subrutin kadang-kadang dapat ditampilkan pada layar CRT atau dicetak. Untuk beberapa perangkat lunak aplikasi daftar rutinitas hanya dapat disediakan oleh vendor perangkat lunak dan mungkin tidak tersedia di perusahaan manufaktur.

Misalnya, menentukan apa persamaan yang digunakan sebagai dasar perhitungan dalam rutinitas. Ketika sebuah proses manufaktur makanan berada di bawah kontrol komputer menjelaskan, dalam bentuk yang disederhanakan seperti diagram alur, bagaimana input ditangani untuk mencapai berbagai langkah dalam proses. Ini tidak berarti bahwa salinan dari kode sumber perangkat lunak komputer itu sendiri perlu ditinjau kembali. Namun, sebelum menerapkan pengendalian komputerisasi dan pencatatan untuk proses makanan di sana biasanya perlu beberapa dokumen, yang ditulis dalam bahasa Inggris, yang mengatur dalam langkah-langkah logis apa yang perlu dilakukan, tetapi akan berguna untuk meninjau dokumen tersebut dalam mengevaluasi kecukupan konversi dari manual ke komputerisasi.

Pengamatan sistem karena beroperasi dapat digunakan untuk menentukan apakah faktor-faktor penting seperti putaran per menit (rpm), ventilasi kali, suhu, tekanan, kali proses termal, dan dokumentasi yang dikendalikan oleh sistem komputerisasi. Pengoperasian sistem harus diamati melalui beberapa proses siklus. Namun, pengujian produk akhir (observasi) dari sistem komputer seharusnya tidak dengan sendirinya menjadi diandalkan untuk memberikan jaminan bahwa sistem operasi seperti yang dirancang. Observasi produk akhir tidak akan menguji semua kemungkinan yang berbeda bahwa sistem komputer akan merespon selama proses. Penting tidak akan mengungkapkan perilaku sistem pada batas yang diizinkan fungsionalitas dan kinerja. Satu-satunya cara untuk mengembangkan keyakinan bahwa sistem komputer akan berfungsi dengan benar adalah memiliki program validasi sebagai bagian dari desain, coding, pengujian, dan langkah-langkah implementasi

Penyidik ​​harus menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk pemrograman sistem, bagaimana sistem diprogram, nama dan jumlah fungsi yang dapat diprogram, jika fungsi pemrograman yang sandi atau dilindungi, dan siapa yang bertanggung jawab untuk meninjau catatan (sistem termasuk proses dokumentasi dan catatan ) dan verifikasi sistem komputerisasi.

Hal ini juga penting untuk mengetahui apakah operator atau manajemen dapat mengganti salah satu fungsi kontrol komputer. Jika operator / manajemen menggantikan fungsi komputer adalah rincian yang mungkin tentang bagaimana hal ini dilakukan, apa yang mungkin menimpa, dan bagaimana mengesampingkan muncul dalam rekaman pengolahan harus ditentukan.

penyidik ​​harus mencari tahu bagaimana sistem menangani penyimpangan dari hasil yang ditetapkan atau diharapkan selama proses. Jika sistem komputer dapat mengatur parameter manufaktur kritis, menghitung parameter manufaktur baru atau pilih prosedur terprogram alternatif peneliti harus menentukan parameter untuk menghitung atau memilih prosedur alternatif.

Selama inspeksi perusahaan makanan menggunakan sistem komputerisasi untuk mengendalikan dan / atau fungsi kritis rekaman (misalnya, sterilisasi suhu retort, ikan asap suhu internal) atau untuk mengontrol faktor-faktor lain penting untuk proses produksi makanan (misalnya, viskositas dari LACF termal diproses, air kegiatan makanan dehidrasi) informasi minimum untuk mendapatkan akan mencakup:

  1. Spesifikasi peralatan untuk perangkat lunak dan perangkat keras.
  2. Faktor-faktor kritis yang dikendalikan oleh sistem.
  3. Bagaimana faktor-faktor kritis dikendalikan?
  4. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa mikroprosesor atau komputer mengindikasikan informasi yang benar (validasi)?
  5. Bagaimana dan seberapa sering adalah peralatan dikalibrasi dan / atau diperiksa keakuratannya?

Dokumentasi yang menunjukkan bahwa operasi komputerisasi dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi dalam pemalsuan suatu produk makanan akan mengambil upaya diperpanjang oleh penyidik. Pengembangan bukti pemalsuan makanan yang disebabkan oleh operasi sistem komputerisasi harus didiskusikan dengan CFSAN / PPS / Divisi Penegakan (HFS-605).

Selama inspeksi fasilitas pengolahan makanan tanggung jawab perusahaan manufaktur makanan tentang penggunaan sistem komputerisasi untuk mengontrol atau merekam aspek keselamatan kritis dari manufaktur makanan harus didiskusikan dengan manajemen fasilitas. FDA penyidik ​​harus membuat manajemen perusahaan menyadari bahwa sistem komputerisasi meliputi perangkat keras, perangkat lunak, personalia, dan prosedur operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem. Manajemen perusahaan harus disadarkan bahwa sistem komputerisasi harus divalidasi di tempat di bawah kondisi operasi yang sebenarnya oleh perusahaan Bagian yang berlaku dari referensi yang terdaftar harus digunakan, selain buku petunjuk ini ketika memeriksa perusahaan menggunakan sistem komputerisasi yang kompleks.

Comments Off on | Filed under Uncategorized

Posted: March 19th, 2011 by elvymayza

peran iptek dalam pengolahan pangan

Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Sejalan dengan paradigma baru di era global yaitu tekno-ekonomi, teknologi menjadi faktor yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Implikasi paradigma ini adalah terjadinya proses transisi perekonomian dunia yang semula berbasiskan pada sumber daya (Resource Base Economy) menjadi perekonomian yang berbasiskan pengetahuan (Knowledge Based Economy/KBE). Pada KBE kekuatan bangsa diukur dari kemampuan iptek sebagai faktor primer ekonomi menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing.
Mengingat pentingnya peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam pembangunan ekonomi bangsa maka pembangunan Iptek mutlak harus dilaksanakan terutama pada bidang-bidang yang mendasar. Pembangunan Iptek diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan peradaban bangsa sesuai dengan amanat Undang-Undang. Mengacu pada arahan pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009, bidang-bidang yang sangat mendasar untuk diprioritaskan dalam Iptek sampai dengan 2025 adalah bidang pangan, energi, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan serta kesehatan dan obat.
Pembangunan penelitian, pengembangan, dan penerapan (litbangrap) Iptek bidang ketahanan pangan adalah untuk menopang terwujudnya ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang dimaksud adalah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau (UU Nomor 7/1996 tentang Pangan). Pengertian tersebut bermakna bahwa setiap individu dalam rumah tangga dapat terpenuhi kebutuhan gizinya untuk hidup sehat dan produktif sepanjang waktu.
Ketahanan pangan mencakup tiga aspek penting yang dapat digunakan sebagai indikator, yaitu: (a) Ketersediaan, yang diartikan bahwa pangan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah, mutu, serta keamanannya; (b) Distribusi, yaitu pasokan pangan menjangkau seluruh wilayah dengan harga stabil dan terjangkau oleh rumah tangga; dan (c) Konsumsi; yaitu setiap rumah tangga mampu mengakses pangan yang cukup dan mengelola konsumsi sesuai dengan kaidah gizi dan kesehatan serta preferensinya.
Masalah pangan yang perlu dicermati adalah antara lain: laju peningkatan kebutuhan lebih besar dibandingkan laju peningkatan produksi; konversi lahan pertanian produktif; marjin keuntungan usahatani tanaman pangan relatif kecil; pola konsumsi yang masih sangat didominasi oleh beras; pasokan pangan hingga tingkat rumah tangga sering terhambat; beberapa produk pangan tidak tersedia sepanjang tahun; masih sering dijumpai produk pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan; dan daya beli masyarakat yang belum merata.
ii
Solusi untuk permasalahan pangan yang sudah teridentifikasi di atas dapat dipilah atas solusi teknologi melalui riset dan solusi non-teknologi berupa kebijakan, edukasi, sosialisasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Solusi teknologi terhadap permasalahan pangan dilakukan melalui riset yang meliputi bidang: teknologi budidaya tanaman, ternak dan ikan; eksplorasi dan uji kelayakan pangan baru; teknologi panen dan pascapanen; sistem informasi produksi – agroindustri – pasar; dan teknologi pengawasan pangan.
Sasaran yang diharapkan dicapai pada tahun 2025 adalah peran signifikan dan kontribusi Iptek dalam pemenuhan kebutuhan domestik untuk jenis pangan pokok prioritas dari hasil budidaya dalam negeri; menghasilkan pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan domestik dan internasional; meningkatkan keanekaragaman pangan yang tersedia (diversifikasi); dan meningkatkan pendapatan petani serta pelaku agribisnis lainnya. Ukuran kuantitatif untuk masing-masing sasaran ketahanan pangan mengacu pada target yang ditetapkan dalam Kebijakan Umum Ketahanan Pangan.

MOCAF

Prinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen.

Selama proses fermentasi terjadi pula penghilangan komponen penimbul warna, seperti pigmen (khususnya pada ketela kuning), dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pemanasan. Dampaknya adalah warna MOCAF yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung ubi kayu biasa. Selain itu, proses ini akan menghasilkan tepung yang secara karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung dari terigu sehingga produk MOCAF sangat cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk kebutuhan industri makanan.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa produk MOCAF secara ekonomis ternyata jauh lebih murah daripada produk terigu yang selama ini beredar di pasaran. Bahan baku yang mudah dibudidayakan, murahnya harga ubi kayu di pasaran saat ini, serta proses pengolahan tepung yang tidak memerlukan teknologi tinggi, membuat harga MOCAF saat ini hanya berkisar antara 40-60 persen dari harga terigu. Hal ini membuat produk jadi apapun yang dihasilkan dari MOCAF ini akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tepung terigu.

Selama ini penggunaan tepung ubi kayu biasa karena kualitasnya, masih sangat terbatas. Untuk food ingredient misalnya, seperti substitusi terigu sebesar 5% pada mie instant yang menghasilkan produk dengan mutu rendah, atau pada kue kering. Namun aplikasi tepung MOCAF dengan karakteristik yang dijelaskan di atas, ternyata mampu menghasilkan produk makanan yang sangat menggembirakan.
Berbagai ujicoba telah dilakukan untuk penerapan MOCAF sejak tahun 2004 antara lain dengan :
• Produk Mie, Sentafood Indonusa (Karawang)
• Produk Bihun, Tiga Pilar Sejahtera (Solo)
• Produk Biskuit, Indofood (Cikampek)
• Produk Snack, Garuda Food (Jakarta), Dua Kelinci dan Berkat Aneka Pangan (Sukabumi)
• Aneka makanan, Yayasan Kuliner Indonesia (Jakarta)

Hasilnya uji coba menunjukkan MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. MOCAF ternyata tidak hanya bisa dipakai sebagai bahan pelengkap, namun dapat langsung digunakan sebagai bahan baku dari berbagai jenis makanan, mulai dari mie, bakery, cookies hingga makanan semi basah. Dengan sedikit perubahan dalam formula, atau prosesnya, karena produk ini tidak-lah sama persis karakteristiknya dengan tepung terigu, beras atau yang lainnya, dapat dihasilkan produk yang bermutu optimal. Kue brownish, kue kukus dan spongy cake dapat dibuat dengan berbahan baku 100% MOCAF sebagai tepungnya. Produk yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Sebagai produk yang pengembangan volumenya berdasarkan kocokan telur, maka tidaklah sulit bagi MOCAL untuk mengganti tepung terigu tersebut.

Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu. Kue-kue berbahan baku MOCAF ini mempunyai ketahanan terhadap dehidrasi yang tinggi, sehingga mampu disimpan dalam 3-4 hari tanpa perubahan tekstur yang berarti.

MOCAF juga telah diujicoba untuk digunakan beragam kue kering, seperti cookies, nastar, dan kastengel, dimana 100% tepungnya menggunakan MOCAF. Hasilnya menunjukkan bahwa kue kering yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Hanya saja, MOCAF memerlukan mentega atau margarin sedikit lebih banyak dibandingkan tepung terigu untuk mendapatkan tekstur yang baik. Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu.

Untuk kue basah, telah diujicoba aplikasi MOCAF pada kue lapis tradisional yang umumnya berbahan baku tepung beras, atau tepung terigu dengan ditambah tapioka. Hasilnya menunjukkan bahwa MOCAF dapat menggantikan tepung beras maupun tepung terigu 100%. Kue lapis yang dihasilkan bertekstur lembut dan tidak keras. Hasil ini menunjukkan bahwa MOCAF dapat pula menggantikan tepung beras yang saat ini kian mahal.

Di samping itu, telah juga dilakukan uji coba substitusi tepung terigu dengan MOCAF dengan skala pabrik. Hasilnya menunjukkan bahwa hingga 15% MOCAF dapat mensubstitusi terigu pada mie dengan mutu baik, dan hingga 25% untuk mie berkelas rendah, baik dari mutu fisik maupun organoleptik. Secara teknispun, proses pembuatan mie tidak mengalami kendala yang berarti jika MOCAF digunakan untuk mensubstitusi terigu.

Alternatif aplikasi MOCAF sebagai food ingredient yang lain adalah penggunaannya pada makanan bayi. Dengan sifat-sifat yang dimiliki bahan ini, secara teknis tidaklah sulit untuk mengaplikasikan pada produk ini. Namun demikian, mengingat makanan bayi mempunyai spesifikasi yang khusus maka diperlukan kajian yang cermat agar hal ini terwujud, misalnya: kajian tentang oligosakarida penyebab flatulensi yang diramalkan sudah terpecahkan selama fermentasi. Kajian ini penting sehingga bayi tidak mengalami kembung ketika mengkonsumsi produk ini.

Comments Off on | Filed under Uncategorized

Posted: March 19th, 2011 by elvymayza

peran iptek dalam pengolahan pangan

Pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Sejalan dengan paradigma baru di era global yaitu tekno-ekonomi, teknologi menjadi faktor yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Implikasi paradigma ini adalah terjadinya proses transisi perekonomian dunia yang semula berbasiskan pada sumber daya (Resource Base Economy) menjadi perekonomian yang berbasiskan pengetahuan (Knowledge Based Economy/KBE). Pada KBE kekuatan bangsa diukur dari kemampuan iptek sebagai faktor primer ekonomi menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing.
Mengingat pentingnya peranan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam pembangunan ekonomi bangsa maka pembangunan Iptek mutlak harus dilaksanakan terutama pada bidang-bidang yang mendasar. Pembangunan Iptek diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan dan peradaban bangsa sesuai dengan amanat Undang-Undang. Mengacu pada arahan pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2005-2009, bidang-bidang yang sangat mendasar untuk diprioritaskan dalam Iptek sampai dengan 2025 adalah bidang pangan, energi, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan serta kesehatan dan obat.
Pembangunan penelitian, pengembangan, dan penerapan (litbangrap) Iptek bidang ketahanan pangan adalah untuk menopang terwujudnya ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang dimaksud adalah terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau (UU Nomor 7/1996 tentang Pangan). Pengertian tersebut bermakna bahwa setiap individu dalam rumah tangga dapat terpenuhi kebutuhan gizinya untuk hidup sehat dan produktif sepanjang waktu.
Ketahanan pangan mencakup tiga aspek penting yang dapat digunakan sebagai indikator, yaitu: (a) Ketersediaan, yang diartikan bahwa pangan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah, mutu, serta keamanannya; (b) Distribusi, yaitu pasokan pangan menjangkau seluruh wilayah dengan harga stabil dan terjangkau oleh rumah tangga; dan (c) Konsumsi; yaitu setiap rumah tangga mampu mengakses pangan yang cukup dan mengelola konsumsi sesuai dengan kaidah gizi dan kesehatan serta preferensinya.
Masalah pangan yang perlu dicermati adalah antara lain: laju peningkatan kebutuhan lebih besar dibandingkan laju peningkatan produksi; konversi lahan pertanian produktif; marjin keuntungan usahatani tanaman pangan relatif kecil; pola konsumsi yang masih sangat didominasi oleh beras; pasokan pangan hingga tingkat rumah tangga sering terhambat; beberapa produk pangan tidak tersedia sepanjang tahun; masih sering dijumpai produk pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan; dan daya beli masyarakat yang belum merata.
ii
Solusi untuk permasalahan pangan yang sudah teridentifikasi di atas dapat dipilah atas solusi teknologi melalui riset dan solusi non-teknologi berupa kebijakan, edukasi, sosialisasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Solusi teknologi terhadap permasalahan pangan dilakukan melalui riset yang meliputi bidang: teknologi budidaya tanaman, ternak dan ikan; eksplorasi dan uji kelayakan pangan baru; teknologi panen dan pascapanen; sistem informasi produksi – agroindustri – pasar; dan teknologi pengawasan pangan.
Sasaran yang diharapkan dicapai pada tahun 2025 adalah peran signifikan dan kontribusi Iptek dalam pemenuhan kebutuhan domestik untuk jenis pangan pokok prioritas dari hasil budidaya dalam negeri; menghasilkan pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan domestik dan internasional; meningkatkan keanekaragaman pangan yang tersedia (diversifikasi); dan meningkatkan pendapatan petani serta pelaku agribisnis lainnya. Ukuran kuantitatif untuk masing-masing sasaran ketahanan pangan mengacu pada target yang ditetapkan dalam Kebijakan Umum Ketahanan Pangan.

MOCAF

Prinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen.

Selama proses fermentasi terjadi pula penghilangan komponen penimbul warna, seperti pigmen (khususnya pada ketela kuning), dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pemanasan. Dampaknya adalah warna MOCAF yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung ubi kayu biasa. Selain itu, proses ini akan menghasilkan tepung yang secara karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung dari terigu sehingga produk MOCAF sangat cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk kebutuhan industri makanan.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa produk MOCAF secara ekonomis ternyata jauh lebih murah daripada produk terigu yang selama ini beredar di pasaran. Bahan baku yang mudah dibudidayakan, murahnya harga ubi kayu di pasaran saat ini, serta proses pengolahan tepung yang tidak memerlukan teknologi tinggi, membuat harga MOCAF saat ini hanya berkisar antara 40-60 persen dari harga terigu. Hal ini membuat produk jadi apapun yang dihasilkan dari MOCAF ini akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tepung terigu.

Selama ini penggunaan tepung ubi kayu biasa karena kualitasnya, masih sangat terbatas. Untuk food ingredient misalnya, seperti substitusi terigu sebesar 5% pada mie instant yang menghasilkan produk dengan mutu rendah, atau pada kue kering. Namun aplikasi tepung MOCAF dengan karakteristik yang dijelaskan di atas, ternyata mampu menghasilkan produk makanan yang sangat menggembirakan.
Berbagai ujicoba telah dilakukan untuk penerapan MOCAF sejak tahun 2004 antara lain dengan :
• Produk Mie, Sentafood Indonusa (Karawang)
• Produk Bihun, Tiga Pilar Sejahtera (Solo)
• Produk Biskuit, Indofood (Cikampek)
• Produk Snack, Garuda Food (Jakarta), Dua Kelinci dan Berkat Aneka Pangan (Sukabumi)
• Aneka makanan, Yayasan Kuliner Indonesia (Jakarta)

Hasilnya uji coba menunjukkan MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. MOCAF ternyata tidak hanya bisa dipakai sebagai bahan pelengkap, namun dapat langsung digunakan sebagai bahan baku dari berbagai jenis makanan, mulai dari mie, bakery, cookies hingga makanan semi basah. Dengan sedikit perubahan dalam formula, atau prosesnya, karena produk ini tidak-lah sama persis karakteristiknya dengan tepung terigu, beras atau yang lainnya, dapat dihasilkan produk yang bermutu optimal. Kue brownish, kue kukus dan spongy cake dapat dibuat dengan berbahan baku 100% MOCAF sebagai tepungnya. Produk yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Sebagai produk yang pengembangan volumenya berdasarkan kocokan telur, maka tidaklah sulit bagi MOCAL untuk mengganti tepung terigu tersebut.

Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu. Kue-kue berbahan baku MOCAF ini mempunyai ketahanan terhadap dehidrasi yang tinggi, sehingga mampu disimpan dalam 3-4 hari tanpa perubahan tekstur yang berarti.

MOCAF juga telah diujicoba untuk digunakan beragam kue kering, seperti cookies, nastar, dan kastengel, dimana 100% tepungnya menggunakan MOCAF. Hasilnya menunjukkan bahwa kue kering yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Hanya saja, MOCAF memerlukan mentega atau margarin sedikit lebih banyak dibandingkan tepung terigu untuk mendapatkan tekstur yang baik. Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu.

Untuk kue basah, telah diujicoba aplikasi MOCAF pada kue lapis tradisional yang umumnya berbahan baku tepung beras, atau tepung terigu dengan ditambah tapioka. Hasilnya menunjukkan bahwa MOCAF dapat menggantikan tepung beras maupun tepung terigu 100%. Kue lapis yang dihasilkan bertekstur lembut dan tidak keras. Hasil ini menunjukkan bahwa MOCAF dapat pula menggantikan tepung beras yang saat ini kian mahal.

Di samping itu, telah juga dilakukan uji coba substitusi tepung terigu dengan MOCAF dengan skala pabrik. Hasilnya menunjukkan bahwa hingga 15% MOCAF dapat mensubstitusi terigu pada mie dengan mutu baik, dan hingga 25% untuk mie berkelas rendah, baik dari mutu fisik maupun organoleptik. Secara teknispun, proses pembuatan mie tidak mengalami kendala yang berarti jika MOCAF digunakan untuk mensubstitusi terigu.

Alternatif aplikasi MOCAF sebagai food ingredient yang lain adalah penggunaannya pada makanan bayi. Dengan sifat-sifat yang dimiliki bahan ini, secara teknis tidaklah sulit untuk mengaplikasikan pada produk ini. Namun demikian, mengingat makanan bayi mempunyai spesifikasi yang khusus maka diperlukan kajian yang cermat agar hal ini terwujud, misalnya: kajian tentang oligosakarida penyebab flatulensi yang diramalkan sudah terpecahkan selama fermentasi. Kajian ini penting sehingga bayi tidak mengalami kembung ketika mengkonsumsi produk ini.

Comments Off on | Filed under Uncategorized

Posted: March 12th, 2011 by elvymayza

ABCD0004

Comments Off on | Filed under Uncategorized

Hello world!

Posted: March 8th, 2011 by elvymayza

Welcome to Blog-nya Unsoed. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

3 Comments | Filed under Uncategorized